Cengar-cengir Getir Manusia Timor Barat

Orang-Orang Oetimu
karya Felix K. Nesi

Di Oetimu, sekalipun warganya memiliki ladang jagung serta singkong, mereka makan nasi. Penelitian dari Barat menerangkan bahwa mereka tak bisa tenang-tenang saja santap dua pangan itu karena buruk gizi dan buat otak jadi dangkal.

Selain itu, Am Siki dibilang membela bangsa sekalipun hanya ingin selamatkan pelecehan seksual yang dialami kuda. Ia percaya sebagai mana keluarganya, nenek moyangnya adalah pohon lontar, dan memang ia menyambung kehidupan dengan mengolah malai.

Continue reading “Cengar-cengir Getir Manusia Timor Barat”

Waria, Penjual Jamu, dan Babi Berlumpur

Anak Gembala yang Tertidur Panjang di Akhir Zaman
karya Ahmad Mustafa

Beruntung membaca buku pemenang ke-2 Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2018 ini tanpa baca resensi pembaca lain yang kadang mengandung beberan akhir cerita. Karena itu di sini coba saya tulis tanpa bocorkan akhirannya.

Ada tiga tokoh utama dalam buku ini. Mbok Wilis si waria yang rutin “nyebong” demi dapat hidup selain juga puaskan birahinya atas lelaki. Lalu Pak Wo si penjual jamu yang pandai menyampaikan ajaran Islam. Terakhir, si Babi Lumpur yang gemar berbuat hal kotor di tempat kotor.

Continue reading “Waria, Penjual Jamu, dan Babi Berlumpur”